Candi Arjuna
Candi Arjuna adalah sebuah bangunan candi Hindu yang terletak di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten
Banjarnegara, Jawa
Tengah, Indonesia.
Deskripsi
Candi Arjuna merupakan salah satu bangunan candi di Kompleks Percandian Arjuna, Dieng. Candi Arjuna diperkirakan sebagai candi tertua, candi ini diperkirakan dibangun pada abad 8 Masehi oleh Dinasti Sanjaya dari Mataram Kuno. Di kompleks ini juga terdapat Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Candi Arjuna terletak paling utara dari deretan percandian di kompleks tersebut. Sementara itu, Candi Semar adalah candi perwara atau pelengkap dari Candi Arjuna. Kedua bangunan candi ini saling berhadapan.
Seperti
umumnya candi-candi di Dieng, masyarakat memberikan nama tokoh pewayangan Mahabarata sebagai
nama candi.
Arsitektur
Candi Arjuna menghadap ke barat, di mana
terdapat tangga menuju pintu masuk candi yang berada di bagian barat candi.
Terdapat delapan anak tangga menuju bagian pintu candi di mana di bagian
pinggir tangga terdapat penil dengan ujung berkepala naga. Bagian pintu candi
terdapat bilik penampil selebar satu meter. Di atas pintu terdapat ukiran
kalamakara. Dan di bagian atap dari ruang penampil berbentuk lancip seperti
rumah limasan pada umumnya.
Disamping
ruang penampil terdapat bilik penampil yang berada di kedua sisi bagian depan
candi. Di mana biasanya diletakkan arca di bagian bilik penampil. Di atas bilik
penampil juga terdapat ukiran kalamakara tanpa rahang yang terlihat melotot. Di
bagian samping bilik penampil terdapat bingkai dengan ukiran bunga kertas khas
India, sedangkan pada bagian bawah bingkai terdapat ukiran kepala naga. Di
bagian utara, timur dan selatan dinding candi terdapat relung yang biasanya
digunakan untuk meletakkan arca. Di atas relung ini juga teradapat ukiran
kalamakara. Serta di bagian sekitar relung teradapat bingkai yang mengelilingi
relung. Bagian samping relung terdapat ukiran berbentuk bunga kertas. Sedangkan
di bagian bawah relung dibingkai dengan ukiran naga dengan mulut menganga. Dan
di bawah relung, terdapat jalawara yang terletak di tengah bagian bawah candi
ini.
Bagian
atap Candi Arjuna memiliki bentuk seperti piramida yang mengerucut tetapi lebih
tinggi. Dan semakin ke atas ukurannya semakin kecil. Terdapat tiga tingkat, di
mana setiap tingkat memiliki bilik penampil dengan ukuran yang lebih kecil jika
dibandingkan dengan bilik penampil di bagian dinding candi. Semakin ke atas,
bilik penampil juga semakin kecil, yang berada tepat di tengah-tengah setiap
sisi candi. Di setiap sudut bagian atap candi terdapat hiasan yang memiliki
bentuk mahkota bulat dengan ujung runcing. Namun, saat ini hiasan di setiap
ujung atap banyak yang sudah rusak.
Di
bagian dalam candi ini terdapat ruang untuk menaruh sesaji, atau yang biasa
disebut dengan yoni. Yoni tersebut berbentuk segi
empat dengan bentuk mirip seperti meja, di mana di bagian atas lebih menjorok
keluar. Di bagian atas terdapat lubang yang juga berbentuk segi empat, di mana
lubang ini berfungsi untuk menampung air dari atap candi. Apabila air di lubang
ini sudah penuh, air akan mengalir melalui jalur yang sudah disediakan, lalu
dialirkan menuju bagian lingga yang kemudian dialirkan menuju bagian luar candi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar